BIDEN MENANGI PILPRES AS. BAGAIMANA PENGARUHNYA TERHADAP INDONESIA DAN GLOBAL?

Share

Pemilu Amerika Serikat tahun ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi dunia internasional. Pasalnya, kedua paslon Joe Biden-Kamala Harris dan Donald Trump-Mike Pence memiliki pandangan serta visi-misi yang berbeda bahkan bertolak belakang antara satu sama lain. Di lansir dari Associated Press (19/11/20), Joe Biden menjadi pemenang dengan perolehan sebesar 290 suara elektoral yang mana sangat unggul jauh dibandingkan dengan rivalnya yaitu Donald Trump yang hanya mampu memperoleh 232 suara elektoral.

Kemenangan Biden tentunya akan merubah tatanan negara yag sebelumnya dikendalikan oleh Trump. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Biden dan Trump memiliki pandangan yang berbeda sehingga kemenangan salah satu paslon memiliki dampak yang sangat besar bagi negara-negara hampir di seluruh dunia tak terkecuali bagi Indonesia.

Misalnya di bidang perekonomian, kemenangan Biden juga memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di lansir dari investing.com, pergerakan IHSG telah meroket secara intens sejak 5 November 2020. Kenaikan ini menjadi angin segar bagi pasar saham setelah IHSG yang cenderung lesu sebulan terakhir. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan, mengingat Biden lebih cenderung bersahabat dengan Tiongkok dibandingkan dengan perlakuan Trump. Ketika di masa kepemimpinan Trump, perang dagang antara AS dan Tiongkok kian hari kian memanas. Sedangkan Biden di nilai akan mampu menetralkan situasi tidak kondusif tersebut.

Pengurangan ketegangan perang dagang seperti penghilangan pajak tambahan yang akan diberlakukan kepada Tiongkok di masa Biden juga mengakibatkan negara pemasok bahan baku seperti Indonesia lebih giat dalam melakukan produksi karena permintaan dari Tiongkok maupun Amerika Serikat semakin meningkat. Hal inilah yang membuat aktivitas ekspor Indonesia diprediksikan akan lebih tinggi dibandingkan dengan impor. Menurut ekonom Lembaga Kajian Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho menyampaikan analisanya mengenai kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS 2020, akan meningkatkan kembali peluang ekspor Indonesia ke AS.

“Ketika era Trump, impor kita ke Amerika Serikat lebih besar dibandingkan ekspor. Kondisinya berbeda ketika era Obama, ekspor kita lebih besar dari impor. Ini mungkin akan menjadi salah satu peluang kita untuk meningkatkan ekspor produk-produk non-migas Indonesia ke AS,” kata ekonom Indef Andry melalui diskusi daring di Jakarta, Minggu 9 November 2020.

Pengurangan ketegangan perang dagang juga mengakibatkan para investor akan lebih terbuka dan tidak terlalu takut dalam menanamkan modalnya di perusahaan sehingga iklim perdagangan menjadi lebih kondusif. 

Dalam lingkup global, kemenangan Biden juga akan menjadi kunci penetralan konflik di Timur Tengah. Seperti contohnya penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina. Ketika di masa kepemimpinan sebelumnya, Trump cenderung lebih pro terhadap Israel dibandingkan dengan Iran. Hal ini dibuktikan dengan persahabatan yang sangat erat antara Trump dan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu. Dalam upaya rekonsiliasi, langkah Trump di nilai menguntungkan pihak Israel karena Trump mendukung klaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan legitimasi permukiman di Tepi Barat yang dianggap ilegal di bawah hukum internasional juga dinilai merusak negosiasi dengan Israel. Hal ini bertolak belakang dengan Biden. Dalam pidato debatnya, Biden berjanji bahwa dia akan mengembalikan dukungan ekonomi dan kemanusiaan kepada Palestina, membuka kembali misi Organisasi Pembebasan Palestina di Washington, dan membuka konsulat AS untuk Palestina di Yerusalem.

Hubungan AS dengan Iran di era kepemimpinan Biden juga berpotensi membaik dibandingkan dengan era kepemimpinan Trump. Pasalnya, Biden mengaku akan mengembalikan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yaitu kesepakatan di era Obama mengenai nuklir dengan Iran yang ditarik secara sepihak oleh Trump pada tahun 2018.

Pengaruh lain yang akan dirasakan yaitu penentangan AS terhadap dukungan atas otoriterisme dan Perang Saudara dengan Yaman. Biden dalam pidatonya di hari peringatan kematian Khashoggi, seorang jurnalis yang kerap mengkritik langkah Pangeran Mohammed bin Salman menyatakan bahwa ia membela hak-hak para penyuara dalam berpendapat secara bebas dan aman. Dalam konflik peperangan, Biden juga memastikan bahwa ia tidak akan menjual senjata kepada Yaman yang kerap digunakan untuk kepentingan perang saudara tersebut.

Pengaruh kemenangan Biden yang lainnya juga menyangkut soal pencabutan larangan beberapa negara untuk berkunjung ke AS. Berbeda dengan Trump yang opresif terhadap kaum-kaum Muslim di Amerika Serikat, Biden juga dikabarkan akan mencabut pembatasan kunjungan bagi warga negara Iran, Libya, Nigeria, Somalia, Sudan, Suriah, Yaman, dan beberapa negara timur tengah lainnya.