KUNJUNGAN WISATAWAN ASING ANJLOK

Share

Siapa yang tidak tahu Bali? Pulau yang menjadi tujuan favorit bagi wisatawan lokal maupun luar negeri ini merupakan sebagian dari banyaknya pariwisata yang ditawarkan oleh Indonesia. Pada tahun 2019, peringkat Indonesia menjadi negara pariwisata mengalami peningkatan, dari peringkat 42 pada tahun 2018 menjadi peringkat 40 pada tahun 2019. 

Namun, dengan adanya kondisi Pandemic Covid 19 ini mengakibatkan penurunan yang signifikan terhadap industri pariwisata Indonesia. Penurunan ini berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada Januari hingga April 2020,  Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani menyatakan bahwa, “selama masa pandemi, industri pariwisata merugi sampai Rp85,3 triliun akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dicanangkan oleh pemerintah.”

Menurut data BPS per Agustus 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia  terkontraksi sebesar -5,32% pada triwulan II jika di bandingkan dengan tahun lalu. Salah satu penyebabnya karena penurunan jumlah wisatawan di Indonesia. Padahal kita tahu, bahwa industri pariwisata adalah salah satu industri yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada tahun 2019, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 4,80 persen.

Berdasarkan data Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indoneisa, kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia mengalami penurunan sebesar 89,12% pada triwulan II jika dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan terbesar terhadap para wisatawan terjadi di Bali, yang mana mengalami penurunan hingga 90% dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan yang tajam ini akan berdampak bagi masyrakat yang hidupnya bergantung pada industry pariwisata. Jika hal ini terus berlangsung lama, maka akan banyak.

Data yang tertera merupakan peringatan bagi kita dan pemerintah untuk lebih aware terhadap pandemic Covid 19 ini. Pemerintah juga di harapkan untuk mengeluarkan kebijakan yang tepat dalam menanggulangi masalah ini. Grafik diatas yang berasal dari Kemenparekraf menunjukan data kunjungan wisatawan mancanegara bulanan tahun 2020. Data diatas menunjukan pada tahun 2020, adanya penurunan kunjungan wisatawan yang sangat berpengaruh. Tercatat pada bulan Juli 2020, kunjungan wisatawan mancanegara ada di angka 159.763, dimana terpaut sangat jauh dari Juli 2019 yang berada pada angka 1.468.173.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kunjungan wisman pada Agustus 2020 tumbuh tipis 4,45% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Menurutnya, kunjungan wisman yang sepi tersebut masih disebabkan pandemi virus Corona. 

Setelah pandemi berakhir, pemerintah harus kerja keras mengantisipasi penurunan kinerja pariwisata. Pemerintah perlu mendorong wisatawan domestik, dan pemerintah harus mempromosikan alternative tujuan pariwisata.