INGIN MEMULAI INVESTASI SEDARI DINI? INI TIPSNYA!!!

Share

Sudahkah kamu menonton drama Korea berjudul Start Up? Jika sudah kamu pasti tahu scene dimana Han Ji-Pyeong saat SMA berinvestasi dengan uang 2 juta won, kemudian ia berhasil mendapatkan 80 juta won dalam satu tahun. Penasaran bagaimana investasi berjalan lancar untuk anak muda? Simak tips yang akan Sedata sajikan berikut:

Dilansir dari CLEO Singapore, menurut Jarrad Brown, seorang perencana keuangan di Global Financial Consultants Pte Ltd dan seorang pakar dari Syfe. Hal-hal yang dapat anak muda ketahui sebelum melakukan investasi adalah:

  1. Pertimbangkan Semua Faktor dan Resiko

Sebelum memulai berinvestasi, semua faktor dan resiko yang dapat terjadi harus dipertimbangkan. Anak muda yang baru ingin memulai berinvestasi harus memahami segala faktor dan resiko berinvestasi. Menurut Jarrad, likuiditas, eksposur pajak, biaya, risiko nilai tukar, manajer investasi, semua resiko ini harus dipelajari ketika mempertimbangkan di mana Anda berinvestasi.

2. Mulai Investasi Sedini Mungkin

Pakar di Syfe menyarankan semakin dini Anda berinvestasi, semakin mudah untuk Anda menggapai tujuan finansial. Mengapa? Karena semakin banyak waktu untuk Anda menikmati hasil dari investasi tersebut. 

 “Ketika Anda menerima keuntungan dari investasi ini pertama anda, menginvestasikan kembali keuntungan tersebut memungkinkan Anda meningkatkan kekayaan Anda untuk waktu yang panjang,” ujarnya.

3. Jangan Ketinggalan Informasi

Pakar di Syfe mengatakan kondisi pasar finansial terus berkembang. Penting untuk tetap up-todate dengan perkembangan pasar. Terus edukasi diri Anda dengan membaca berbagai sumber, baik sumber cetak maupun online, seminar-seminar atau pun video-video terkait.

“Banyak sesi personal, saran finansial atau planner, banyak yang menawarkan konsultasi komplimenteryang dapat Anda rasakan manfaatnya, Anda akan mengetahui apa yang kamu sukai,” ucapnya.

4. Jaga Keseimbangan

Menurut Jarrad, sebagian besar keuntungan yang Anda raih dari berinvestasi akan ditentukan oleh alokasi aset dan kemampuan Anda menyeimbangkan instrument investasi secara rutin.

“Banyak sekali yang terlalu fokus dengan saham ini atau saham itu, dan melupakan exposure mereka terhadap kelas aset penting, termasuk ekuitas, properti, fixed income dan uang tunai, serta resiko mereka,” lanjut Jarrad.

5. Perhatikan Pengeluaran

Pakar di Syfe menyebutkan bahwa walaupun sangat sulit untuk menjamin berapa banyak keuntungan yang akan Anda dapatkan dalam portfolio investasi, satu hal yang dapat Anda kendalikan adalah pengeluaran.

“Anda harus menghindari membeli produk investasi yang mahal. Awalnya memang terasa murah, namun seiring berjalannya waktu biaya menjadi besar,” ungkapnya.

Jarrad menambahkan, “pastikan platform sejalan dengan tujuan investasi Anda secara keseluruhan.”

6. Jangan Mengukur Waktu Pasar

Pakar di Syfe menjelaskan, “mengukur waku pasar adalah strategi yang digunakan oleh investor yang bersedia mengambil risiko tinggi dengan harapan mendapatkan keuntungan besar.” 

Saat mereka “mengukur waktu pasar”, mereka membeli aset (saham, real estate, dan lainnya). Mereka membeli saat aset tersebut harganya lebih rendah dari biasanya dan menjualnya saat mencapai titik tertinggi. Meski terdengar seperti rencana yang hebat, ada risiko di dalamnya, bahkan investor yang paling berpengalaman pun tidak dapat berhasil mengembalikan uang mereka, apalagi menghasilkan keuntungan sepanjang waktu.

“Cara terbaik untuk menghasilkan pengembalian yang stabil adalah dengan berinvestasi secara teratur dan dalam jangka panjang. Ini akan membantu Anda mendapatkan rata-rata pengembalian melalui periode tinggi maupun rendah,” lanjut pakar tersebut.

7.  Patuhi Toleransi Risiko

“Aturan yang baik adalah jangan sampai Anda tidak bisa tidur karena keputusan investasi Anda. Setiap individu memiliki risikonya masng-masing dan penting bagi Anda untuk mempunyai portfolio yang sesuai dengan toleransi risiko Anda,” jelas pakar dari Styfe.

8. Jangka Pendek atau Jangka Panjang?

Pakar di Syfe mengatakan, berinvestasi dalam jangka panjang memungkinkan Anda memilih portofolio dengan risiko yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika berinvestasi dalam jangka pendek, maka pilihlah instrument investasi berisiko rendah.

9. Perlukah Penasihat Keuangan?

Jarrad mengatakan, jika Anda ingin panduan dan mencapai tujuan finansial dan Anda tidak memiliki pengalaman dalam mengelola portfolio (investasi), maka carilah panduan dari penasihat professional.

10. Diversifikasi Portofolio

Menurut pakar di Syfe, aset finansial di sektor-sektor, kelas aset, dan geografi yang berbeda memiliki kinerja yang berbeda dalam waktu yang berbeda pula. Mendiversifikasi portofolio Anda dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, artinya Anda berinvestasi di tipe-tipe aset yang berbeda. Hal ini akan membantu Anda mengurangi risiko, yang nantinya membuat kekayaan Anda tumbuh dengan konsisten.

11. Tinjau Kembali Investasi

Pakar di Syfe menjelaskan, penting untuk Anda meninjau kembali investasi secara berkala dan mengevaluasi kinerjanya. Pertimbangkan tujuan Anda ke depan dan apakah portfolio investasi Anda akan membantu mewujudkan tujuan itu. Jika ya, maka tetaplah berinvestasi seperti itu.

12. Otomatiskan Investasi

“Untuk memastikan Anda berinvestasi secara konsisten, Anda dapat merencanakan jumlah investasi yang akan Anda berikan secara otomatis dari rekening ban Anda setiap bulannya. Ini akan membantu Anda tetap pada jalur tujuan Investasi yang benar, dan memastikan Anda tidak tergiur untuk menghabiskan uang yang seharusnya diinvestasikan,” jelas pakar di Syfe tersebut.

Tips-tips ahli di atas dapat kalian terapkan sebelum dan saat melakukan investasi. Investasi dapat dilakukan oleh siapapun dan dalam rentang usia berapapun. Jadi, ayo berinvestasi sedini mungkin!