FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NAIK TURUNNYA HARGA SAHAM

Share

Saham dapat diartikan sebagai keikutsertaan modal perorangan maupun perusahaan dalam suatu badan usaha melalui surat berharga. Saham di nilai sebagai salah satu investasi yang menguntungkan karena selain menjadi bagian dari perusahaan, investasi saham juga tidak terlalu merogoh kocek yang terlalu banyak. Saham bisa di beli dengan harga yang murah, tergantung perusahaan yang akan di incar tentunya. Dalam berinvestasi saham, seringkali harga nya naik turun tidak menentu. Pada dasarnya harga saham mengacu pada  permintaan dan penawaran akan saham tersebut. Nah, lalu apa saja yang menjadi faktor-faktor pendukung penentu harga saham?

  • Faktor Internal

Faktor Internal merupakan faktor yang berasal dari dalam perusahaan internal itu sendiri.

  1. Kinerja Perusahaan

Di dalam perusahaan, kinerja perusahaan menjadi salah satu faktor penentu naik turunnya harga saham. Kinerja perusahaan merupakan seberapa baik maupun buruknya hasil kegiatan manajerial dan bisnis perusahaan. Jika kinerja perusahaan baik, maka harga sahamnya juga akan semakin meningkat. Salah satu indikator baik buruknya kinerja perusahaan dapat di lihat melalui laporan keuangannya dengan Return of Asset (ROA) yaitu tingkat kemampuan yang menghasilkan laba dari aset yang dimiliki. Jika keuntungan perusahaan meningkat, maka akan semakin banyak para investor yang melirik dan berminat untuk membeli saham perusahaan tersebut, sehingga akan menimbulkan tingginya permintaan yang akan berimbas pada kenaikan harga saham. Ada juga rasio rasio lain seperti ROE atau return on equity. Rasio rasio tersebut membantu kita untuk memahami kinerja keuangan suatu perusahaan.

2. Aksi Korporasi Perusahaan

Aksi Korporasi Perusahaan atau sering di sebut sebagai corporate action merupakan tindakan yang di ambil oleh perusahaan dengan tujuan mencapai sasaran tertentu yang akan berakibat pada pemegang saham atau investor. Tindakan tersebut tentunya akan mempengaruhi harga, komposisi, dan jumlah saham. Aksi-aksi yang di lakukan antara lain seperti Initial Public Offering (IPO), Right IssueMerger, Akuisi, dan lain-lain.

3. Rasio Hutang

Rasio hutang merupakan keseimbangan aktiva antara pemilik perusahaan dengan kreditor yang dapat dilihat dengan cara berupa rasio keuangan yang menukur proporsi hutang. Semakin besar rasio perbandingannya, maka semakin besar kewajibannya bagi perusahaan dalam membayar hutang. Begitupun sebaliknya, semakin kecil rasio perbandingannya, maka semakin kecil tanggungan perusahaan dalam membayar hutang. Tentu saja, besar kecilnya rasio akan menentukan minat para investor yang dapat mempengaruhi harga saham. Hutang dapat menjadi pedang bermata dua, disatu sisi hutang baik jika hutang tersebut bersifat hutang produktif atau hutang yang digunakan untuk produktivitas bisnis. Tapi hutang juga bisa menjadi hal yang buruk jika pengelolaan nya tidak baik atau hutang tersebut digunakan untuk kegiatan yang tidak produktif.

4. Rasio harga pasar

Rasio harga pasar atau yang di kenal sebagai Price to Book Value (PBV) merupakan rasio harga pasar saham terhadap nilai buku yang digunakan untuk mengukur kinerja harga pasar saham. Semakin tinggi rasionya, maka suatu perusahaan tersebut dapat dikatakan semakin mahal.

  • Faktor Eksternal

Faktor Eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar perusahaan.

  1. Kurs Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

Salah satu faktor eksternal penyebab naik turunnya harga saham adalah nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Mata uang asing yang kerap kali berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah adalah US Dollar. Salah satu penyebab melemah nya nilai tukar mata uang misalnya adalah gejolak politik yang terjadi di negara yang bersangkutan. Dalam kasus ini, perusahaan yang biasanya memiliki beban utang mata uang asing akan merugi karena mata uang nya melemah, yang berdampak pada biaya operasional. Oleh karena itu, hal ini sangat berpengaruh terhadap penurunan harga saham.

2. Inflasi

Dalam ilmu ekonomi, inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

Kenaikan suku bunga diharapkan dapat menjadi stimulus bagi para investor sehingga terdorong untuk menanamkan uang tunainya dalam instrumen pendapatan tetap, sehingga menyedot kelebihan likuiditas dari sistem. Teorinya, jika likuiditas rendah atau sedikit, maka akan ada permintaan spekulatif untuk barang-barang ekonomi, sehingga mampu memperlambat kenaikan harga umum.

Prospek suku bunga yang tinggi bagi pasar saham dapat mendorong investor mengalihkan pilihan mereka dari ekuitas ke sekuritas yang lebih menarik dan rendah risiko. Aliran dana ke pasar uang yang semakin rendah, akan berdampak pada semakin rendahnya permintaan saham. Hal ini mengakibatkan harga saham menurun.

Jika inflasi terus meningkat, maka pengembalian minimum atas investasi saham juga akan meningkat dan mendorong valuasi pasar lebih rendah. Pada kondisi ini, harga saham akan jatuh sampai pada titik yang cukup untuk mengimbangi inflasi yang diharapkan.

Namun perlu diperhatikan pula bahwa ekspektasi kenaikan inflasi meski tidak berbahaya kemungkinan memiliki dampak buruk pada pasar saham dalam jangka pendek. Walaupun begitu, hal ini bukan berarti momen yang salah bagi investor untuk berinvestasi saham. Bahkan, bisa jadi kondisi tersebut menjadi momen terbaik untuk berinvestasi dengan harga bagus.

3. Suku Bunga

Tinggi rendahnya suku bunga juga berpengaruh terhadap harga saham. Sebagai contohnya peningkatan suku bunga menyebabkan para investor enggan untuk menginvestasikan modalnya yang berakibat pada penurunan harga saham. Sebaliknya, jika suku bunga rendah, maka akan semakin banyak investor yang tertarik untuk menanam saham sehingga meningkatkan harga saham.

4. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah merupakan salah satu faktor dalam naik turunnya harga saham. Baik kebijakan yang telah direalisasikan maupun yang masih dalam tahap perencanaan semuanya akan berpengaruh. Kebijakan-kebijakan pemerintah diantaranya adalah kebijakan ekspor impor, kebijakan utang, kebijakan penanaman modal asing, dan lain-lain.