Di ERA PERLAMBATAN EKONOMI, ANGKA PENGANGGURAN SEHARUSNYA LEBIH MEMBURUK

Share

Banyak negara negara Asia yang mengalami kemerosotan dalam hal ekonomi dalam beberapa bulan belakangan. Pandemi korona menyebabkan banyak negara asia yang jatuh kedalam jurang resesi. Hal ini terlihat bayak di negara asia yang dimana kawasan bisnis kosong, meningkatnya etalase untuk berjualan di toko toko yang tutup. Tapi tidak begitu dengan angka Unemployment rate.

Di beberapa negara dengan ekonomi yang penting di asia, tingkat pengangguran tidak melonjak jauh diatas 5%. Di Singapura hanya melonjak 2,9%, sedangkan di malaysia meningkat 4,9%. “Di Indonesia, Jumlah penangguran sedikit mendapat kenaikan sebesar 3,7 juta orang akibat pandemi korona”, ucap Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam konferensi pers usai rapat terbatas, (Selasa,28/7/2020).

Hal itu tampaknya tidak sejalan dengan parahnya kontraksi ekonomi mereka dibanding Indonesia yang kelihatan nya cukup parah. Dimana PDB Singapura anjlok -13.2% pada kuartal kedua dari tahun sebelumnya sedangkan Malaysia turun 17,1%.

Apa yang menjelaskan perbedaan ini?

Faktor utamanya dikarenakan adalah dari peran negara masing masing. Negara negara di asia sering dikarakteristikan sebagai negara yang menerima aliran modal dari dunia global, perdagangan bebas, dan PMA. Intervensi paling jelas terlihat dengan negara negara komunis seperti RRC dan Vietnam. Di lain sisi ada juga negara Filipina, dimana memiliki kontrol yang lebih lemah dari negara tadi. dan diantara 2 ekstrim tadi ada Singapura dan Malaysia. Di kedua tempat tersebut, lembaga pemerintah memegang saham di banyak perusahaan terbesar; dan dimana memiliki kemampuan untuk menjadi penentu siapa yang diperkejakan dan yang mana yang harus dipecat.

Di Singapura, Melindungi pasar tenaga kerja telah menjadi bagian penting dari upaya pemerintah melindungi ekonomi dari pandemi. Pemerintah Singapura juga memberikan stimulus yang memungkinkan dan mendorong pengusaha untuk mempertahankan pekerja selama mungkin. Tanpa intervensi ini, Unemployment rate pasti akan melambung tinggi.

Hal ini bisa dijadikan pelajaran bagi pemerintah Indonesia untuk memberi perhatian lebih kepada kebijakan yang bisa menyelematkan Indonesia dari sisi ekonomi. Jangan terfokus akan hal hal yang tidak menjadi bagian penting dalam menyelamatkan negara dari pandemi ini. Memberikan paket stimulus yang tepat kepada masyarakat dan pengusaha, agar tingkat pengangguran tetap tertekan rendah, sehingga pekerja tetap mendapatkan gaji yang bisa diberikan untuk melakukan konsumsi sehingga terus bisa mempertahankan dan malah meningkatkan pertumbuhan ekonomi.