BEGINILAH CARA MEMBUAT CV YANG BERPELUANG BESAR UNTUK DILIRIK OLEH RECRUITER

Share

CV atau Curriculum Vitae adalah hal yang wajib dimiliki oleh para pencari kerja sebagai media personal branding. Oleh karena itu, apabila ada di antara kalian yang ingin melamar pekerjaan, maka CV harus benar-benar diperhatikan. Lalu bagaimana sih caranya membuat CV yang benar dan berpotensi untuk dilirik recruiter? Nah, untuk yang sudah pernah membuat CV, kalian juga bisa memanfaatkan artikel ini sebagai bahan pertimbangan apakah ada yang perlu diperbaiki atau tidak dari CV yang sudah kalian buat. Ok, langsung saja!

1. Nama

Yang pertama adalah nama. Yap! Tuliskan nama kalian secara lengkap. Jangan hanya nama panggilan dan jangan ada yang disingkat. Pastikan untuk tidak salah menulis nama atau typo.

2. Foto

Cantumkan foto terbaru kalian setidaknya enam bulan terakhir. Pilihlah foto yang terlihat profesional. Hindari menggunakan foto selfie yang terlihat alay karena foto kalian akan menjadi first impression bagi recruiter. Maka pilihlah foto yang rapih dan terlihat profesional agar mendapat penilaian baik dari recruiter.

3. Title

Title yang dimaksud di sini adalah sebagai wadah di mana kalian bisa menyebutkan background kalian sebagai apa. Apakah mahasiswa? Kemudian apabila mahasiswa, mahasiswa jurusan apa? Tuliskan secara detail. Biasanya title ini terletak di bawah atau di samping nama untuk menunjukan background seorang kandidat pelamar kerja.

4. Bio

Pada bagian bio, deskripsikan secara singkat tentang diri kalian. Kalian bisa mengisinya dengan menyebutkan background kalian, kesibukan kalian, keahlian kalian dan juga motivasi kalian untuk bekerja. Tulis semenarik mungkin, ya!

5. Alamat

Alamat tentu saja penting untuk dituliskan. Hal tersebut bertujuan agar recruiter tau dimana kalian tinggal. Tuliskan secara lengkap, seperti: nama jalan, nomor rumah, nama kota, hingga kode pos. 

6. Nomor Telepon

Nah, ini juga bagian yang tidak kalah penting. Justru sifatnya lebih fatal apabila tidak dicantumkan. Mengapa? Memang kebanyakan recruiter akan memberikan informasi kelanjutan lamaran kerja melalui e-mail, namun tidak jarang juga mereka akan menghubungi kalian melalui nomor telepon yang tertera di CV. Maka dari itu, kalian harus teliti saat menuliskan nomor telepon. Jangan sampai typo.

7. E-mail

Tuliskan alamat e-mail yang sesuai dengan nama kalian. Sebagai contoh nama kalian adalah Alexandra Porat, maka alamat e-mail yang disarankan adalah alexandraporat@gmail.com. Hindari penggunaan alamat e-mail yang alay dan tidak relevan dengan nama kalian seperti poratpretty@gmail.comporatrocker123@gmail.com atau bahkan menggunakan alamat e-mail yang berbeda dengan nama kalian. Hal tersebut hanya akan membuat bingung recruiterdan menjadi ragu-ragu untuk menghubungi kalian. 

8. Cantumkan akun LinkedIn (Jika ada)

LinkedIn adalah sebuah aplikasi yang digunakan oleh para profesional untuk ajang mempromosikan diri. Kalian bisa menuliskan semua pencapaian-pencapaian kalian di sana. Selain itu, LinkedIn juga menyediakan wadah untuk menuliskan riwayat bekerja, riwayat pendidikan, dan hal-hal positif lainnya. Kalian juga bebas untuk terkoneksi dengan para recruiter dan juga orang-orang profesional lainnya. Kalian bahkan bisa belajar dan berbincang-bincang langsung dengan mereka melalui direct message di LinkedIn. Dan lebih serunya, apabila kalian memiliki profil LinkedIn yang menarik, maka kalian akan dengan sendirinya dilirik oleh recruiter dan tentunya peluang untuk masuk ke perusahaan tersebut akan lebih besar karena mendapat rekomendasi langsung dari recruiter.

Nah kembali lagi, dimata recruiter, kandidat yang menyertakan akun LinkedIn di CV-nya akan memiliki nilai tambah tersendiri. Kandidat tersebut akan dianggap memiliki effort lebih dalam menjual kualitas yang ada pada dirinya. 

9. Pengalaman Kerja

Nah, ini juga bagian yang umum dan penting pada CV. Cantumkan pengalaman kerja yang pernah kalian dapatkan. Tuliskan mulai dari yang terbaru hingga yang terlama. Apabila kalian memiliki dua pengalaman kerja pada tahun 2018 dan 2019, maka letakkan pengalaman kerja tahun 2019 di bagian atas, kemudian di bagian bawah diikuti oleh tahun 2018. Tuliskan dengan lengkap riwayat kerja kalian, seperti: bekerja dimana, sebagai apa, dan berapa lama. Tuliskan juga detail pekerjaan kalian. Misalnya katakanlah kalian pernah bekerja sebagai manajer, maka tuliskan jobdesc kalian selama bekerja menjadi manajer, misalnya seperti: menilai hasil kerja staff, mengatur jalannya operasional perusahaan, melakukan evaluasi setiap bulan, dan sebagainya. Tuliskan paling sedikit dua keterangan untuk masing-masing pengalaman kerja. 

Hal tersebut akan memudahkan recruiter dalam mempertimbangkan kandidat untuk lanjut ke seleksi berikutnya. Katakanlah apabila ada dua kandidat yang memiliki riwayat pekerjaan yang sama yaitu sebagai manajer, kemudian kandidat yang pertama menuliskan detail jobdesc untuk riwayat pekerjaannya, sedangkan kandidat kedua tidak menuliskan. Maka kira-kira manakah kandidat yang akan dipilih oleh recruiter? Tentu saja kandidat yang pertama. Oleh karena itu, perhatikan spesifikasi jobdesc yang akan kalian tulis ya. Tuliskan sedetail mungkin. 

Kemudian muncul pertanyaan “Kalau belum punya pengalaman kerja, bagaimana? Apa yang harus ditulis?” Baik, untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada bagian riwayat pekerjaan bisa juga diisi dengan pengalaman magang. Ingat, harus tetap memperhatikan format penulisan yaitu dari yang terbaru hingga yang terlama. 

10. Riwayat Pendidikan

Pada bagian ini, kalian akan menuliskan riwayat pendidikan yang sudah kalian tempuh. Format penulisannya juga sama seperti ketika kalian menuliskan riwayat pekerjaan. Yang perlu diketahui, kalian tidak perlu menuliskan riwayat pendidikan SMP atau bahkan SD karena itu sudah tidak relevan. Tuliskan paling akhir pendidikan SMA. Jika kalian sudah selesai menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan mendapatkan predikat cumlaude, maka jangan ragu untuk memamerkan GPA (Grade Point Average) kalian di bagian keterangan.

11. Organisasi

Tuliskan organisasi yang pernah dan masih kalian ikuti hingga sekarang. Contohnya apabila kalian tergabung dalam Ikatan Penerjemah Muda Indonesia, atau tergabung dalam organisasi positif lainnya, maka kalian bisa menuliskannya di bagian organisasi. Tuliskan semua yang positif. Tunjukan bahwa kalian adalah pribadi yang berkualitas dan pantas untuk diterima.  

12. Penghargaan (jika ada)

Nah pada bagian ini, kalian bisa menuliskan penghargaan yang pernah kalian raih. Contohnya apabila saat kalian SMA pernah mendapatkan penghargaan sebagai Best Presenter tingkat nasional, atau saat kuliah kalian terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi, maka jangan ragu untuk menuliskannya di sini. Hal tersebut akan menjadi nilai tambah bagi kandidat pelamar kerja. 

13. Hobi

Kalian bisa menuliskan dua atau tiga hobi yang kalian punya. Tipsnya adalah tuliskan hobi yang relevan dengan posisi yang sedang dilamar. Seperti apa contohnya? Anggap saja kalian sedang melamar di bagian Content Writer, maka tuliskan hobi seperti menulis, membaca, menganalisis, dan sebagainya. 

14. Hard-skill

Hard-skill merupakan keahlian utama yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan dari segi kemampuan spesifik.

Sebagai contoh kalian memiliki kemampuan dalam mengoperasikan Microsoft Office, atau kalian mampu mengoperasikan Photoshop, maka jangan ragu untuk menuliskan itu semua. Kalian juga bisa menuliskan skill lain seperti penguasaan bahasa. Apabila kalian cukup mahir dalam berbahasa asing, maka hal tersebut akan menjadi nilai tambah tersendiri untuk kalian.

15. Soft-skill

Soft-skill adalah atribut dan ciri kepribadian seseorang yang mempengaruhi hubungan interpersonal di tempat kerja.

Tuliskan soft-skill yang memang kalian merasa memilikinya. Contohnya apabila kalian merasa sebagai pribadi yang pandai berkomunikasi, memiliki jiwa pemimpin, mudah beraptasi dengan lingkungan baru, maka tuliskan itu semua di bagian soft-skill agar recruiter paham pribadi kalian seperti apa.

16. Referensi/Rekomendasi (Jika ada)

Pada bagian referensi/rekomendasi, kalian bisa menuliskan nama seseorang yang sekiranya bersedia jika sewaktu-waktu dihubungi oleh pihak perusahaan yang sedang kalian lamar. Sebagai contoh kalian pernah bekerja di suatu perusahaan, kemudian kalian kenal dekat dengan atasan yang mana jabatannya adalah Human Resource Manager, maka kalian bisa menuliskan nama atasan tersebut di bagian referensi. Tuliskan yang lengkap seperti jabatan, nama perusahaan tempat dia bekerja dan cantumkan nomor teleponnya. Tentunya hal tersebut harus terlebih dahulu mendapat izin dari pihak yang namanya akan kalian tulis.

Hal tersebut bertujuan agar recruiter tau bahwa kalian direkomendasikan oleh manajer di perusahaan sebelumnya. Recruiter bisa saja kemudian menelpon orang yang namanya kalian cantumkan untuk menanyakan terkait kinerja kalian di perusahaan sebelumnya. Maka dari itu, jangan lupa untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum menuliskan nama seseorang di bagian referensi. 

Nah, demikian adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat CV. Namun belum selesai sampai di sini, kami juga memiliki tips tambahan terkait CV. Apa saja itu?

1. Yang pertama adalah usahakan untuk menggunakan kertas berwarna putih. Hindari menggunakan kertas berwarna selain putih karena hal tersebut tidak ramah lingkungan apabila harus dicetak.

2. Gunakan format standar yaitu Times New Roman ukuran 12.

3. Gunakan format CV menurun kebawah, bukan menyamping. Seperti apa contohnya? Simak contoh berikut:

A.

                                                                                

B.

A adalah format CV menyamping yang tidak direkomendasikan. Sedangkan B adalah format CV menurun yang direkomendasikan untuk digunakan.

4. Jika kalian diminta untuk mengirimkan CV melalui e-mail, jangan lupa untuk menambahkan subject e-mail. Biasanya perusahaan menyediakan format tersendiri untuk subject e-mail. Contohnya: nama_posisi. Namun, jika perusahaan tidak memiliki format untuk subject e-mail, maka kalian bisa berinisiatif membuatnya sendiri. Tentunya dengan subject e-mail yang profesional dan juga relevan dengan posisi yang sedang dilamar. Setelah itu, ada baiknya apabila kalian juga memberikan short-greeting sebagai kata pengantar e-mail kalian. Berikut contohnya:

Kepada Yth. HR Manager PT. ABCDEFG

Selamat Pagi, Bapak/Ibu pimpinan

Dengan ini saya lampirkan dokumen persyaratan yang diminta oleh perusahaan. Besar harapan saya agar kemudian saya bisa diterima di perusahaan ini.

Demikian atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Salam Hormat,

(Nama Kalian)

Tuliskan dengan bahasa yang sopan. Kemudian jangan lupa beri nama yang tepat untuk file CV kalian. Hindari penamaan dokumen yang tidak profesional seperti “CV cari kerja”. Berilah nama seperti “CV_Nama_Kalian”. Kemudian kirimkan dalam format PDF.

5. Setelah kalian selesai membuat CV, jangan terburu-buru untuk mengirimkan. Pastikan terlebih dahulu bahwa CVkalian sudah benar. Perhatikan tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan hal lain yang serupa dan pastikan tidak ada ruang kosong di CV kalian. Maksudnya bagaimana?

CV di atas adalah contoh CV yang tidak direkomendasikan karena masih terdapat ruang kosong yang seharusnya bisa diisi untuk memamerkan hal positif lainnya. Jadi, pastikan tidak ada ruang kosong di CV kalian, ya!

6. Apabila kalian tidak yakin dengan CV berbahasa Inggris, maka gunakanlah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Gunakan diksi yang memperlihatkan bahwa kalian adalah pribadi yang profesional. Namun apabila dari pihak perusahaan yang sedang kalian lamar menganjurkan untuk menggunakan CV berbahasa Inggris, maka kalian bisa meminta bantuan kepada teman yang pintar berbahasa Inggris. Pastikan penggunaan grammarnya sudah benar dan pilihlah kosakata yang formal atau tidak bersifat daily-life

7. CV tidak lebih dari dua lembar. Apabila kalian memiliki banyak pengalaman kerja yang membuat CV kalian menjadi berlembar-lembar, maka pilihlah sebagian pengalaman kerja yang paling relevan dengan posisi yang sedang dilamar. 

8. Jangan lupa untuk menyertakan lampiran penting seperti ijazah, sertifikat penghargaan/organisasi, dan dokumen penting lainnya yang telah kalian sebutkan di CV. Hal tersebut akan menjadi bukti sehingga recruiter percaya bahwa kalian memang memiliki pengalaman tersebut.

Baik teman-teman, mungkin cukup untuk pembahasan mengenai CV kali ini. Semoga bermanfaat. Hal-hal yang sudah kami sebutkan di atas adalah tips membuat CV secara umum. Apabila dari pihak perusahaan kalian memiliki spesifikasi khusus terkait CV, maka patuhilah. Buatlah CV terbaik versi kalian, tulislah dari hati kalian. Jangan lupa untuk berdoa, dan percaya bahwa diri kalian bisa. 

Semangat, calon orang sukses! Sampai bertemu di artikel kami selanjutnya.